Ironis, banyak PT Informatika yang belum memiliki Situs
Berdasarkan hasil kajian Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) yang dilakukan pada bulan April 2010 dari sekitar 146 Perguruan Tinggi (PTN dan PTS) bidang informatika dan komputer di Wilayah IV Jawa Barat dan Banten yang sudah memiliki situs, baru hanya 109 (74,65%) Perguruan Tinggi (PT), sisanya 37 (33,94%) belum memiliki situs. Kondisi ini agak lebih baik sedikit dibandingkan data pada tahun 2007, saat itu yang sudah memiliki situs 90 (61,64%) Perguruan Tinggi (PT), sisanya 56 PT (38,35%) belum memiliki situs.
Ini sangat ironis dan memprihatinkan, ibarat seperti ‘tukang pande besi yang tidak memiliki golok (bedog:sunda)’. Padahal banyak lembaga internasional yang melakukan pengukuran / pemeringkatan PT berdasarkan situs yang dimiliki oleh PT. Sebut, misalnya seperti Webometrics, 4ICU (Internastional College and Universites) , QS APPLE (Quacquarelli Symonds-Asia Pasific Profesional Leader in Education) dan lain-lain.
Lembaga-lembaga internasional tersebut menggunakan situs sebagai indikator / barometer bagi penilaian /pengukuran kualitas suatu PT. Webometrics, misalnya melakukan pemeringkatan berdasarkan (1) Visibility (V), jumlah tautan eksternal yang unik yang diterima dari situs lain, yang diperoleh dari mesin pencari. (2) Size (S), jumlah halaman yang ditemukan dari mesin pencari. (3) Rich Files (R), volume file yang ada di situs Universitas /PT dimana format file adalah: pdf, doc, ppt, ps. (4) Scholar (Sc), paper ilmiah (scientific paper) dan kutipan-kutipan (citation) yang ditemukan di Google Scholar.
Ketika metodologi Webometrics coba di implementasikan di anggota KOPERTIP (Konsorsium Perguruan TInggi Provider) Jardiknas Jawa Barat yang terdiri dari STMIK AMIKBANDUNG, STMIK IKMI Cirebon, STMIK Tasikmalaya, STMIK Subang, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Sukabumi dan Politeknik TEDC Bandung, maka hasilnya sudah dapat ditebak, masih jauh dari PT besar baik kelas Nasional maupun Internasional. “Bagi kami masih berupa mimpi disiang bolong, jika PT anggota Kopertip dapat masuk ke peringkat lembaga-lembaga Pemeringkatan tersebut, namun demikian kami memiliki semangat dan tekad ingin menerapkan filosofi dasar dari model/metodologi yang digunakan”. Syukur Alhamdulillah semua anggota Kopertip telah memiliki situs PT, namun demikian masih ada 1 anggota yang tidak memiliki karena situsnya menginduk kepada nama groupnya. Suatu praktek kepemilikan situs yang salah dan harus diperbaiki karena seharusnya setiap PT memiliki situs sesuai dengan nama PT-nya.
Oleh karena itu belum lama ini kami mengadakan rapat konsorsium di Bandung yang tujuannya adalah dalam rangka menyusun strategi bagi pemenuhan kelengkapan conten (isi) situs kami masing-masing dan merumuskan bagi terciptanya situs bersama, sistem e-learning bersama, penerbitan jurnal ilmiah bersama dan penyusunan standar-standar materi kuliah bersama. Harapannya akan terjadi peningkatan kualiatas lulusan, kualitas pembelajaran dan pada akhirnya kualitas PT kami.
Sumber daya / knowledge PT anggota Kopertip sangat kaya dan beragam hanya sayang masih banyak bersifat Tacit (tersembunyi) dan belum explicit (terekspose). Hasil pemetaan terhadap PT pada kelas menengah, di peroleh gambaran banyak knowledge yang dimiliki, akan tetapi belum di publish menjadi sumber daya milik publik. Misal, jika kita mengacu kepada Webometrics, salah satu sumber daya seperti materi kuliah dalam bentuk pdf, ppt, doc, ps sesungguhnya banyak dimiliki oleh PT akan tetapi atributnya masih berada dan di miliki pada individu masing-masing komponen PT seperti pada dosen, mahasiswa, staf/pegawai, pejabat/pimpinan PT dan lain lain.
Oleh karena itu selain melakukan usaha-usaha tersebut di atas kami juga akan melakukan upaya misal untuk meningkatkan visibility, ditempuh strategi : Mewajibkan pegawai, dosen, dan mahasiswa untuk menggunakan website sebagai signature email, Meng-encourage pegawai, dosen dan mahasiswa untuk memiliki blog (situs ) yang membuat link ke website, Menyediakan banner yang diminta dipasang di situs pegawai, dosen, mahasiswa, Membuat fitur RSS (on-progress) dll.
Untuk meningkatkan Size (S), ditempuh strategi : Memperbanyak tulisan yang menarik di PT masing2 sehingga orang tertarik untuk membuat link, Menulis informasi dan berita tentang PT masing2 di media massa elektronik, wikipedia dan berbagai social networking portal, Memberi kesempatan pegawai, dosen dan mahasiswa untuk menulis atau berkontribusi langsung di web masing2 ,dengan proses approval dari admin, Search Engine Optimization (DONE!).
Bagi peningkatan Rich Files (R), ditempuh strategi : Memperbanyak tulisan dengan format PDF, DOC, PPT di Web Masing-maing, Meletakkan berbagai file dalam format PDF, DOC, PPT dan di link dari halaman web masing-masing.
Bagi peningkatan Scholar , ditempuh strategi : Membuka akses ke fulltext (PDF) paper ilmiah dengan contact mengarah ke PT masing-maing, Meletakkan link fulltext (PDF) dari paper ilmiah di Web Masing-maing.
Dengan langkah-langkah tersebut kami berharap PT anggota Kopertip tidak saja hanya sekedar memiliki situs, akan tetapi memiliki situs dengan konten yang benar menurut metodologi lembaga pemeringkatan Internasional, siapa tahu suatu saat kelak ada diantara kami yang dapat masuk peringkat Nasional maupun Internasional.
Bandung, 29 April 2010
Koordinator KOPERTIP Jardiknas Jawa Barat,
Solikin, M.T.
.