http://122.200.145.230/index.php?mib=news.detail&id=60378
Drs. Bambang Eko Putranto, Kecil Tapi Menyengat
Sabtu, 21 Februari 2009 , 17:56:00
“PERGURUAN tinggi swasta (PTS) tinggal menunggu waktu kematiannya.” Pernyataan seperti itu kerap diterima Ketua STMIK AMIK Bandung, Drs. Bambang Eko Putranto (41), dari orang-orang yang pesimistis akan masa depan PTS. “Sakit juga telinga saya kalau mendengar perkataan seperti itu,” katanya kepada para wartawan, saat keterangan persnya di Bandung, Kamis (5/2) lalu.
Pria yang sudah makan asam garam dunia pendidikan informatika dan komputer ini, tidak mau menyerah. Bersama lima PTS sejenis bergandengan tangan dalam membentuk konsorsium, meski baru satu jurusan yakni diploma teknisi komputer dan jaringan (TKJ). “Enam PTS itu adalah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Tasikmalaya, Politeknik TEDC Bandung, Politeknik Sukabumi, STMIK IKMI Cirebon, STMIK AMIK Bandung, dan STMIK Subang,” katanya.
Mulai tahun ajaran 2009-2010 ini, konsorsium menerima mahasiswa secara bersamaan melalui laman (situs) internet maupun di enam PTS tersebut. “Tiap kampus dihubungkan dengan fasilitas video conference, pertukaran materi pelajaran, dan dosen. Bahkan, konsorsium menjalin kerja sama dengan University Teknologi Malaysia (UTM),” ujarnya.
Di masa depan, tidak tertutup kemungkinan semua jurusan di enam kampus tersebut masuk konsorsium. “Kalau PTS-PTS kelas menengah dan kecil bersatu, ibarat semut yang kecil tapi menyengat. Apalagi masa depan ada di jurusan komputer dan informatika,” katanya. (Sarnapi/”PR”) ***