Oleh: solikinws | Mei 4, 2010

Kecil Tapi Menyengat

http://122.200.145.230/index.php?mib=news.detail&id=60378

Drs. Bambang Eko Putranto, Kecil Tapi Menyengat

Sabtu, 21 Februari 2009 , 17:56:00

“PERGURUAN tinggi swasta (PTS) tinggal menunggu waktu kematiannya.” Pernyataan seperti itu kerap diterima Ketua STMIK AMIK Bandung, Drs. Bambang Eko Putranto (41), dari orang-orang yang pesimistis akan masa depan PTS. “Sakit juga telinga saya kalau mendengar perkataan seperti itu,” katanya kepada para wartawan, saat keterangan persnya di Bandung, Kamis (5/2) lalu.

Pria yang sudah makan asam garam dunia pendidikan informatika dan komputer ini, tidak mau menyerah. Bersama lima PTS sejenis bergandengan tangan dalam membentuk konsorsium, meski baru satu jurusan yakni diploma teknisi komputer dan jaringan (TKJ). “Enam PTS itu adalah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Tasikmalaya, Politeknik TEDC Bandung, Politeknik Sukabumi, STMIK IKMI Cirebon, STMIK AMIK Bandung, dan STMIK Subang,” katanya.

Mulai tahun ajaran 2009-2010 ini, konsorsium menerima mahasiswa secara bersamaan melalui laman (situs) internet maupun di enam PTS tersebut. “Tiap kampus dihubungkan dengan fasilitas video conference, pertukaran materi pelajaran, dan dosen. Bahkan, konsorsium menjalin kerja sama dengan University Teknologi Malaysia (UTM),” ujarnya.

Di masa depan, tidak tertutup kemungkinan semua jurusan di enam kampus tersebut masuk konsorsium. “Kalau PTS-PTS kelas menengah dan kecil bersatu, ibarat semut yang kecil tapi menyengat. Apalagi masa depan ada di jurusan komputer dan informatika,” katanya. (Sarnapi/”PR”) ***

Ironis, banyak PT Informatika yang belum memiliki Situs

Berdasarkan hasil kajian Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) yang dilakukan pada bulan April 2010 dari sekitar 146 Perguruan Tinggi (PTN dan PTS) bidang informatika dan komputer di Wilayah IV Jawa Barat dan Banten yang sudah memiliki situs, baru hanya 109 (74,65%) Perguruan Tinggi (PT), sisanya 37 (33,94%) belum memiliki situs. Kondisi ini agak lebih baik sedikit dibandingkan data pada tahun 2007, saat itu yang sudah memiliki situs 90 (61,64%) Perguruan Tinggi (PT), sisanya 56 PT (38,35%) belum memiliki situs.

Ini sangat ironis dan memprihatinkan, ibarat seperti ‘tukang pande besi yang tidak memiliki golok (bedog:sunda)’. Padahal banyak lembaga internasional yang melakukan pengukuran / pemeringkatan PT berdasarkan situs yang dimiliki oleh PT. Sebut, misalnya seperti Webometrics, 4ICU (Internastional College and Universites) , QS APPLE (Quacquarelli Symonds-Asia Pasific Profesional Leader in Education) dan lain-lain.

Lembaga-lembaga internasional tersebut menggunakan situs sebagai indikator / barometer bagi penilaian /pengukuran kualitas suatu PT. Webometrics, misalnya melakukan pemeringkatan berdasarkan (1) Visibility (V), jumlah tautan eksternal yang unik yang diterima dari situs lain, yang diperoleh dari mesin pencari. (2) Size (S), jumlah halaman yang ditemukan dari mesin pencari. (3) Rich Files (R), volume file yang ada di situs Universitas /PT dimana format file adalah: pdf, doc, ppt, ps. (4) Scholar (Sc), paper ilmiah (scientific paper) dan kutipan-kutipan (citation) yang ditemukan di Google Scholar.

Ketika metodologi Webometrics coba di implementasikan di anggota KOPERTIP (Konsorsium Perguruan TInggi Provider) Jardiknas Jawa Barat yang terdiri dari STMIK AMIKBANDUNG, STMIK IKMI Cirebon, STMIK Tasikmalaya, STMIK Subang, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Sukabumi dan Politeknik TEDC Bandung, maka hasilnya sudah dapat ditebak, masih jauh dari PT besar baik kelas Nasional maupun Internasional. “Bagi kami masih berupa mimpi disiang bolong, jika PT anggota Kopertip dapat masuk ke peringkat lembaga-lembaga Pemeringkatan tersebut, namun demikian kami memiliki semangat dan tekad ingin menerapkan filosofi dasar dari model/metodologi yang digunakan”. Syukur Alhamdulillah semua anggota Kopertip telah memiliki situs PT, namun demikian masih ada 1 anggota yang tidak memiliki karena situsnya menginduk kepada nama groupnya. Suatu praktek kepemilikan situs yang salah dan harus diperbaiki karena seharusnya setiap PT memiliki situs sesuai dengan nama PT-nya.

Oleh karena itu belum lama ini kami mengadakan rapat konsorsium di Bandung yang tujuannya adalah dalam rangka menyusun strategi bagi pemenuhan kelengkapan conten (isi) situs kami masing-masing dan merumuskan bagi terciptanya situs bersama, sistem e-learning bersama, penerbitan jurnal ilmiah bersama dan penyusunan standar-standar materi kuliah bersama. Harapannya akan terjadi peningkatan kualiatas lulusan, kualitas pembelajaran dan pada akhirnya kualitas PT kami.

Sumber daya / knowledge PT anggota Kopertip sangat kaya dan beragam hanya sayang masih banyak bersifat Tacit (tersembunyi) dan belum explicit (terekspose). Hasil pemetaan terhadap PT pada kelas menengah, di peroleh gambaran banyak knowledge yang dimiliki, akan tetapi belum di publish menjadi sumber daya milik publik. Misal, jika kita mengacu kepada Webometrics, salah satu sumber daya seperti  materi kuliah dalam bentuk pdf, ppt, doc, ps sesungguhnya banyak dimiliki oleh PT akan tetapi atributnya masih berada dan di miliki pada individu masing-masing komponen PT seperti pada dosen, mahasiswa, staf/pegawai, pejabat/pimpinan PT dan lain lain.

Oleh karena itu selain melakukan usaha-usaha tersebut di atas kami juga akan melakukan upaya misal untuk meningkatkan visibility, ditempuh strategi : Mewajibkan pegawai, dosen, dan mahasiswa untuk menggunakan website sebagai signature email, Meng-encourage pegawai, dosen dan mahasiswa untuk memiliki blog (situs ) yang membuat  link ke website, Menyediakan banner yang diminta dipasang di situs pegawai, dosen, mahasiswa, Membuat fitur RSS (on-progress) dll.

Untuk meningkatkan Size (S), ditempuh strategi : Memperbanyak tulisan yang menarik di PT masing2 sehingga orang tertarik untuk membuat link, Menulis informasi dan berita tentang PT masing2 di media massa elektronik, wikipedia dan berbagai social networking portal, Memberi kesempatan pegawai, dosen dan mahasiswa untuk menulis atau berkontribusi langsung di web masing2 ,dengan proses approval dari admin, Search Engine Optimization (DONE!).

Bagi peningkatan Rich Files (R), ditempuh strategi : Memperbanyak tulisan dengan format PDF, DOC, PPT di Web Masing-maing, Meletakkan berbagai file dalam format PDF, DOC, PPT dan di link dari halaman web masing-masing.

Bagi peningkatan Scholar , ditempuh strategi : Membuka akses ke fulltext (PDF) paper ilmiah dengan contact mengarah ke PT masing-maing, Meletakkan link fulltext (PDF) dari paper ilmiah di Web Masing-maing.

Dengan langkah-langkah tersebut kami berharap PT anggota Kopertip tidak saja hanya sekedar memiliki situs, akan tetapi memiliki situs dengan konten yang benar menurut metodologi lembaga pemeringkatan Internasional, siapa tahu suatu saat kelak ada diantara kami yang dapat masuk peringkat Nasional maupun Internasional.

Bandung, 29 April 2010

Koordinator KOPERTIP Jardiknas Jawa Barat,

Solikin, M.T.

.

Oleh: solikinws | Januari 2, 2009

Solihin, M.T., Siasat Konsorsium

http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=48210

Solihin, M.T., Siasat Konsorsium

PERSAINGAN keras antarperguruan tinggi swasta (PTS) untuk mendapatkan mahasiswa baru malah akan mematikan PTS itu sendiri. “Persaingan juga mematikan PTS-PTS kecil yang bermodalkan semangat untuk mencerdaskan bangsa,” kata Ketua Konsorsium Diploma Tiga (D-3) Teknik Komputer Jaringan (TKJ) Jabar Solihin, M.T. (39), di ruang kerjanya, STMIK AMIK Bandung Jln. Jakarta, Kota Bandung, Minggu (7/12).

Pria asal Indramayu ini pun berupaya keras menggandeng sekolah tinggi ilmu komputer yang memiliki D-3 TKJ. “Akhirnya kami sepakat membentuk konsorsium yang diikuti enam PTS yakni STMIK AMIK Bandung, STMIK Tasikmalaya, Politeknik Sukabumi, Politeknik TEDC Cimahi, STMIK IKMI Cirebon, dan STMIK Subang. Konsorsium juga menggandeng Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC),” ujarnya.

Konsorsium juga secara rutin menggelar perkuliahan jarak jauh (PJJ) dengan fasilitas video conference (vicon). “Cukup menyediakan satu dosen untuk 6.000 mahasiswa. Caranya kuliah dosen tersebut diikuti enam PTS melalui fasilitas vicon sehingga hemat biaya,” ujar pria berkacamata ini.

Bahkan, konsorsium sudah merencanakan menerima mahasiswa baru secara bersamaan dengan biaya kuliah yang sama. “Ibarat perguruan tinggi negeri (PTN) yang membuat ujian masuk bersama, PTS seharusnya bisa mengadakannya. Bukan hanya penerimaan bersama, bahkan konsorsium membuat biaya kuliah, fasilitas, dan standar kelulusan yang sama,” katanya.

Untuk meningkatkan mutu PTS-PTS di bawah konsorsium D-3 TKJ Jabar, kata Solihin, belum lama ini mengadakan studi banding ke Malaysia yakni Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan Multi Media University (MMU). “Dengan UTM sudah ada kesepakatan mahasiswa D-3 TKJ bisa kuliah di Malaysia sehingga mendapat sertifikat bahkan ijazah ganda nantinya. Dosen UTM juga bisa mengajar di Jawa Barat,” katanya. (Sarnapi/”PR”)***

Penulis:

Back

Oleh: solikinws | Desember 19, 2008

Company Profile Konsorsium

PROFILE

KONSORSIUM PERGURUAN TINGGI PROVIDER

D3-TKJ JAWA BARAT

Disusun Oleh

Tim Konsorsium

JANUARI

2009

Kata Pengantar

Dengan senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Allah S.W.T. pada akhirnya Company Profile Konsorsium dapat di susun dengan baik.

Company Profile Konsorsium di buat dengan maksud sebagai bagian pustaka / referensi internal sedangkan tujuannya agar pihak luar (eksternal) dapat dengan mudah mengenali dan memahami tentang konsorsium.

Tujuan lain semoga dapat menjadi ’tetali batin’ bagi perjalanan pelaksanaan program-program konsorsium.

Masih banyak materi yang mungkin seharusnya di muat pada Company Profile ini, oleh karena itu akan dilakukan penyempurnaan secara terus menerus.

Jawa Barat Januari 2009

Tim Penyusun


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Latar belakang di bentuknya Konsorsium Perguruan Tinggi (PT) Provider D3-TKJ (Teknisi Komputer dan Jaringan) Jawa Barat adalah sbb :

(1) Adanya kesamaan pandang dalam proses pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi

(2) Tekad bersama untuk memajukan ICT (Information and Communication Technology) khususnya di Jawa Barat

(3) Adanya potensi sumber daya yang dapat dikembangkan bersama

(4) Perlunya kolaborasi antar PT dalam meningkatkan mutu atau kualitas lulusan

(5) Sinergitas strategis dalam mencapai target International University

1.2 VISI DAN MISI

Visi

Menjadikan Perguruan Tinggi Anggota Konsorsium yang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang professional dibidang ICT (Information and Communication Technology) dan dapat menyesuaikan diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam lingkungan global.

Misi

1. Menyelenggarakan program pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang menunjang pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

2. Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar negeri agar proses pembelajaran selalu mutakhir

1.3 KEBIJAKAN MUTU

Kebijakan mutu Konsorsium ialah selalu berupaya untuk mendorong (encourage) anggota agar senantiasa menghasilkan lulusan yang profesional yang memiliki keunggulan dan daya saing global.

1.4 SASARAN MUTU

1. Sekurang-kurangnya 75% mahasiswa dapat lulus tepat waktu dan memiliki kompetensi standar sesuai dengan kompetensi Nasional maupun Internasional

2. Sekurang-kurangnya 75% lulusan mempunyai nilai PTE minimal 450

3. Sekurang-kurangnya 60% anggota Konsorsium memiliki sarana dan prasarana standar minimal PT dengan Sertifikasi Nasional maupun Internasional

4. Sekurang-kurangnya 75% anggota konsorsium memiliki Dosen dengan kualifikasi Sertifikasi Nasional maupun Internasional di bidangnya.

5. Sekurang-kurangnya 40% anggota Konsorsium memiliki iklim pembelajaran Internasional

1.5 TUJUAN

Untuk mencapai visi dan melaksanakan misinya, Konsorsium menetapkan tujuan sebagai berikut:

1. Terwujudnya budaya pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang handal dan berkualitas.

2. Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan penelitian yang efisien dan efektif sehingga dapat menghasilkan lulusan yang kreatif dan inovatif.

3. Mengupayakan keterkaitan dan relevansi seluruh kegiatan akademis dalam rangka pembentukan manusia yang berbudi luhur.

4. Lulusan yang berkualitas dan mampu diserap oleh kebutuhan masyarakat (termasuk lingkungan kerja)

1.6 STRATEGI

Rencana Strategi Konsorsium tahun 2009 – 2014 adalah sbb ::

1. Tercapainya pertumbuhan tenaga ahli Teknisi Komputer dan Jaringan hingga 5000 (lima ribu) orang pada tahun 2014.

2. Terciptanya efisiensi proses pendidikan dengan memanfaatkan alat (tools) pembelajaran berbasis ICT (e-Learning)

3. Tercapainya proses pendidikan dan lulusan yang berkualitas

4. Tercapainya kepuasan Stakeholder

Strategi yang ditempuh oleh Konsorsium dalam menjalankan misi, serta mencapai visi dan tujuan yang telah ditetapkan ialah :

1. Menjadikan Konsorsium Perguruan Tinggi sebagai strategi pencapaian tujuan pertumbuhan bersama.

2. Peningkatan kualitas proses pendidikan melalui pengembangan dosen, kurikulum,silabus/SAP, dan fasilitas

3. Pemanfaatan bersama sumber daya yang ada

4. Meningkatkan performa berbahasa asing sebagai strategi menuju Internasional University

5. Perluasan kerjasama baik dalam maupun luar negeri

6. Peningkatan Efektivitas Marketing

7. Meningkatkan kualitas pembinaan kemahasiswaan dengan cara menciptakan event / lomba dan menciptakan wadah bagi kreativitas dan inovasi Mahasiswa

8. Pemanfaatan alat (tools) baik sebagai peningkatan standing academic maupun bagi proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).


BAB II

PROFIL ANGGOTA

2.1 DAFTAR ANGGOTA KONSORSIUM

Daftar anggota Konsorsium PT D3-TKJ Jawa Barat adalah sbb :

1. STMIK “AMIKBANDUNG”

2. STMIK TASIKMALAYA

3. STMIK IKMI CIREBON

4. STMIK SUBANG

5. POLITEKNIK TEDC BANDUNG b

6. POLITEKNIK SUKABUMI

2.2 POTENSI KONSORSIUM

Potensi Konsorsium adalah sbb :

1. Semua Program Studi (PS) anggota Konsorsium telah terakreditasi oleh BAN-PT

2. Masing-masing anggota memiliki student body antara 600 – 1700 mahasiswa

3. Semua anggota telah menjadi Local Academy CISCO

4. Semua anggota telah menjadi Local Academy bahkan Regional Academy JENI

5. Semua anggota telah memiliki fasilitas Video Conference (Polycom)

6. Semua anggota telah memiliki fasilitas Multicast

7. Semua anggota telah memiliki fasilitas Laboratorium Test Uji Kompetensi (TUK)

8. Semua anggota telah memiliki koneksi Internet rata-rata minimal 512 KBps

9. Semua anggota telah mengembangkan ICT (web base. E-learning, dan Sistem Informasi Kampus)

10. Seluruh Anggota telah menjadi Mitra SEA EDUNET SEAMOLEC

11. Seluruh Anggota telah menjalankan program PJJ D3-TKJ

.

2.3 KONDISI EKSISTING

Kondisi Eksisting Konsorsium PT D3-TKJ Jawa Barat adalah sbb :

2.3.1 Letak Geografis Kampus

No

Nama Perguruan Tinggi

A l a m a t

Kota/Provinsi

1

STMIK Tasikmalaya

Jl.RE.Martadinata no. 272A Tasikmalaya

Kota Tasikmalaya/Jawa Barat

2

Politeknik TEDC Bandung

Jl.Pasantren Km.2 Cibabat Cimahi Utara 40513

Kota Cimahi/Jawa Barat

3

Politeknik Sukabumi

Jl.Babakan Sirna no.25 Kel.Benteng Kec.Warudoyong Kota Sukabumi

Kota Sukabumi /Jawa Barat

4

STMIK IKMI Cirebon

Jl.Perjuangan 10 B Majasem Kota Cirebon Kota Cirebon

Kota Cirebon/Jawa Barat

5

STMIK “AMIKBANDUNG”

Jl.Jakarta no.28 Bandung 40272

Kota Bandung/Jawa Barat

6

STMIK Subang

Jl.Marsinu no.5 Tegal Kalapa Subang

Kabupaten Subang /Jawa Barat

2.3.2 Pimpinan Institusi

No

Nama Perguruan Tinggi

Ketua/Direktur

1

STMIK Tasikmalaya

Restu Adi Wiyono, M.Sc.M.Kom..

2

Politeknik TEDC Bandung

Drs. R.Ginting, M.Ed.

3

Politeknik Sukabumi

Drs. H.Wawan Gunawan, MM.

4

STMIK IKMI Cirebon

Dadang Sudrajat,S.Si.

5

STMIK “AMIKBANDUNG”

Drs. Bambang Eko Putranto

6

STMIK Subang

AA Zezen Zaenal Abidin, S.Pd.,S.T.

2.3.3 Student Body

No

Nama Perguruan Tinggi

Student Body

1

STMIK Tasikmalaya

1,650

2

Politeknik TEDC Bandung

1,500

3

Politeknik Sukabumi

600

4

STMIK IKMI Cirebon

1,507

5

STMIK “AMIKBANDUNG”

600

6

STMIK Subang

650

Jumlah

6,507


2.3.4 Jumlah Asesor

No

Nama Perguruan Tinggi

Asesor CISCO

Asesor JENI

Asesor KKPI

1

STMIK Tasikmalaya

2

4

3

2

Politeknik TEDC Bandung

2

4

3

3

Politeknik Sukabumi

2

3

3

4

STMIK IKMI Cirebon

2

3

3

5

STMIK “AMIKBANDUNG”

2

5

2

6

STMIK Subang

2

2

3

2.3.5 Sarana dan Prasarana Akademik


BAB III

ORGANISASI KONSORSIUM

3.1 STRUKTUR ORGANISASI

3.2 PEMBINA

Pembina Konsorsium :

1. DR. Gatot HP

2. DR. AB Susanto

3. Yosep Musa, SE.

4. Para Pimpinan PT Konsorsium yang tidak duduk sebagai Pengurus

3.3 SUSUNAN PENGURUS

1 Koordinator : Solikin, M.T.

2 Sekretaris : Viddi Mardiansyah, MT.

3 Bendahara : Budi Setia Nusa, SE. M.Ak.

4 Ketua Bid.Akademik : Nonda Muldani, ST.

5 Ketua Bid.Kerjasama : Dadang Sudrajat, S.Si.

6 Ketua Bid.Kemahasiswaan : Restu Adi Wiyono, M.Kom.

7 Ketua Bid.PJJ : Aa Zezen Zaenal Abidin, S.Pd. S.T.

8 Ketua Bid.Litbang : Bambang Eko Poetranto, Drs.

Anggota Rudi Apriyadi, S.Kom.

3.4 PARTNER KONSORSIUM

1 Politeknik Negeri Jakarta (PNJ)

2 SEAMOLEC

3 Biro PKLN Depdiknas RI

4 PUSTEKOM

Koordinator

Oleh: solikinws | Desember 18, 2008

Mulai dari Diri

restu-pr-selasa-16-12-08

Oleh: solikinws | Desember 18, 2008

Siasat Konsorsium

solikin-pr-selasa-16-12-081

Oleh: solikinws | Desember 18, 2008

Pakta Linggarjati

fakta

Oleh: solikinws | Desember 18, 2008

Pre-MoU UTM dan Konsorsium

pre-mou-utm-konsorsium-pt-jawa-barat1

Oleh: solikinws | Desember 18, 2008

Hello world!

Selamat Datang di Blog Konsosrsiu Zona-1

Salam

Kategori